Cara Budidaya Lele Organik Program HCS

0 9018
Budidaya Lele Organik HCS

Budidaya Lele Organik HCS

Ikan lele organik mempunyai beberapa kelebihan dari lele non organik. Terutama dari segi penghematan biaya pakan, rasa, dan manfaatnya untuk kesehatan.

Budidaya ikan lele sudah ada dimana-mana karena memang banyak sekali peminatnya, namun tidak sedikit yang gulung tikar sebab harga pakan lele terus melambung. Harga pakan lele yang mahal tak sebanding dengan hasil panen dan jerih payahnya.

Akan tetapi bagi peternak lele organik, mahalnya harga pakan tidak jadi soal. Sebab memang mereka tidak menggunakan pakan yang mahal itu, tapi membuat pakan sendiri.

Budidaya lele Pola HCS dengan pakan organik dari kotoran ternak banyak sekali manfaatnya. Diantaranya

  1. Kolam tetap bersih.
  2. Hemat biaya perawatan.
  3. Air kolam tidak berbau busuk.
  4. Tidak perlu mengganti air kolam.
  5. Lele organik mempunyai rasa yang lebih gurih.
  6. Memberi pendapatan tersendiri bagi peternak sapi/kambing/ayam disekitar.
  7. Bobot ikan lele lebih berat dan harga jualnya lebih tinggi.
  8. Lebih aman untuk kesehatan Serta nilai gizinya lebih tinggi dan kolesterolnya lebih rendah.
  9. Air bekas budidaya lele organik sangat baik untuk memupuk tanaman.

Budidaya ikan lele organik sangat hemat biaya, sebab harga pakan lele pabrikan yang berbentuk pelet harganya terus mengalami kenaikan, saat ini sudah di atas Rp.12.000 . Sedangkan membuat sendiri pakan lele organik, hanya perlu biaya kisaran Rp.2.000 per kilogram.

Bobot ikan lele organik juga lebih berat dari non organik. Satu kilo gram ikan lele non organik, umumnya isinya berjumlah 8 sampai 9 ekor. Sedangkan lele organik jumlah perkilo gramnya hanya 7 sampai 8 ekor, dengan besaran fisik yang sama.

Cara budidaya lele organik ada beberapa tahap :

1. Pembuatan pakan ternak lele untuk 1 – 29 hari

       Bahan – bahan yang diperlukan Antara lain :
  1. Kotoran ternak yang diberi pakan fermentasi SOC (90%)
  2. Limbah sayuran (5%)
  3. Ampas tahu (5%)
  4. Gula pasir (1 ons)
  5. SOC HCS (20 tutup)
     Cara pembuatan pakan fermentasi
  1. Campurkan semua bahan : kotoran ternak, limbah sayuran dan ampas tahu aduk sampai rata tambahkan larutan air + SOC yang ditambah gula (Dengan perbandingan 15 lt air : 20 tutup SOC : 200 gr gula pasir)
  2. Seteah tercampur merata, semua bahan lalu masukan kedalam karung goni dan ditutup rapat dengan terpal diamkan selama 24 jam (buat sebanyak 6 karung goni untuk 1 kolam)
  3. Setelah itu bahan yang telah di fermentasi dimasukan ke kolam isi kolam dengan air dengan ketinggian 30 cm , untuk memicu pertumbuhan plankton sebagai makanan alami ikan
  4. Setelah 15 hari dalam kolam, maka air kolam telah dipenuhi oleh plankton yang cukup untuk persediaan pakan alami sampai 29 hari dan benih siap ditebarkan dalam kolam
  5. Jangan lupa, sehari sebelum benih ditaburkan, berikan larutkan SOC HCS dengan perbandingan : per 2 m³ dengan 1 tutup botol SOC.
Cara menaburkan benih kedalam kolam dengan pakan fermentasi :
  1. Siapkan 3 ember, ember pertama diisi larutan formalin/alkolhol 20% ditambah air secukupnya,
    ember kedua isi larutan SOC ditambah air secukupnya (perbandinga 1 tutup botol SOC : 20 lt air),
    ember ketiga diisi dengan air kolam yang akan ditabur dengan benih lele.
  2. cara selanjutnya siapkan benih lele yang akan di tebar, angkat air dengan saringan ikan
    Secepatnya celupkan ke dalam air larutan formalin/alcohol 20%
    Lalu celupkan pada ember ke 2 dengan larutan SOC HCS, lalu angkat.
    Masukkan ke dalam ember ke tiga yang berisi air kolam dengan tujuan agar benih secepatnya bisa menyesuaikan diri dengan suhu air kolam.
  3. Masukkan perlahan ke dalam kolam pembesaran.

Anda tak perlu memberi makanan apapun sampai 29 hari, kecuali menaburkan SOC HCS dengan perbandingan : per 2 m³ dengan 1 tutup botol SOC. pada minggu ke-2 dan ke-4.
Setelah umur 29 hari, angkat ke enam karung tersebut dan ganti dengan yang baru, dan kedalaman air ditambah sekitar menjadi 50 cm.

2. Pembuatan Pakan Ternak Lele umur 30 hari sampai panen

Bahan-bahan untuk mebuat pelet apung :
  1. Kotoran ternak yang sudah pola HCS yaitu pakai SOC HCS : 30%
  2. Ampas tahu/bungkil kedelai : 15%
  3. Tepung ikan (bisa pakai kepala udang) : 10%
  4. Katul/dedak halus : 25%
  5. Terasi (direbus hingga mendidih) : 10%
  6. Tepung daun (bisa pakai sisa sayuran pasar) : 5%
  7. Kalau ada (sunah) Bulu ayam (haluskan) : 5%
  8. Gula Pasir 100 gr
  9. SOC HCS 10 tutup
Cara pembuatan pakan fermentasi
  1. campur semua bahan baku sampai tercampur
  2. Buat Larutkan SOC 10 tutup (untuk 100 kg bahan) ke dalam air secukupnya dan tambahkan gula pasir 100 gr lalu diamkan selama 15 menit
  3. Lalu campurkan ke semua bahan dengan larutan SOC sampai rata (gunakan semprotan/sprayer/tengki agar lebih merata)keadaan mamel
  4. kemudian diteruskan proses fermentasi selama 24 jam.
  5. Pakan siap diberikan pada lele.

Semua bahan dalam bentuk tepung dan kering kecuali ampas tahu/bungkil kedelai harus dalam kondisi basah yang berguna sebagai perekat. Ampas tahu dan tepung bulu ayam ini juga berguna agar pelet bisa mengapung. Jika akan menggunakan tepung ikan, jangan memakai ikan asin tapi pakailah ikan biasa yang dikeringkan untuk kemudian dibuat tepung.Dalam budidaya lele organik kami sarankan juga dengan memberi pakan maggot karena kandungan maggot sangat kaya akan protein,.. cara buat maggot silahkan lihat di sini —>

Cara pemanenan lele organik sama halnya dengan pemanenan lele biasa alias tidak ada perlakuan khusus.

Demikianlah Cara mudah budidaya lele organik program HCS, Go Success,,,,

Komentar

Komentar

Kategori: PerikananTag:
author
DOI HCS (DUTA ORGANIK INDONESIA) HCS
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Cara Budidaya Lele Organik Program HCS"